From Zero To Hero

 Namaku Galuh Bekti Yoga Pratama, aku biasa dipanggil Galuh. Aku merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Sekarang aku bersekolah di SMAN 2 Nganjuk. Ada beberapa hal yang akan aku ceritakan dalam hidupku, aku terkenal sebagai anak yang tidak disiplin dan sangat santai.

     Pada tahun 2006 aku masuk TK Khadijah di Desa Campur, aku sudah agak lupa dengan kenangan waktu TK. Namun, aku bisa mengisi masa kecilku lebih berwarna di TK. Di sinilah awal pendidikanku dimulai, aku mulai bisa membaca, menulis, dan berhitung. Ada satu pengalaman yang paling berkesan saat aku TK, yaitu aku pulang sekolah jalan kaki bersama 2 temanku dengan jarak sekolah dengan rumah yang cukup jauh. 

     Selanjutnya pada tahun 2008 aku sekolah di SDN Campur IV. Masa SD merupakan masa sekolah yang paling lama, yaitu 6 tahun. Di sini aku mendapat teman lebih banyak dan pengalaman yang lebih banyak pula. Aku bersyukur di masa SD ku teknologi belum begitu canggih dan belum mengenal game online, sehingga masa kecilku diisi dengan permainan tradisional seperti bermain layang-layang, kelereng, karet, petak umpet, dan lain-lain yang pada zaman sekarang mulai punah karena gadget sudah merasuk di seluruh kalangan. Dan hal yang paling aku rindukan hingga saat ini yaitu bermain sepak bola hingga magrib. Bahkan, waktu hujan pun kami malah lebih semangat untuk bermain sepak bola. Awal masuk SD aku termasuk anak yang  biasa saja, tidak begitu pintar karena waktuku lebih banyak untuk bermain daripada belajar. Namun, saat kelas 4 SD prestasiku meningkat pesat, Aku mendapat ranking 1 hingga kelas 6. Dan aku juga mendapat hasil Ujian Nasional yang cukup baik. 

     Pada tahun 2014 aku mulai memasuki SMP. Saat dimulai PPDB aku sempat bimbang untuk melanjutkan sekolah di mana. Orang tuaku menyarankan aku untuk sekolah di kota, namun aku masih belum bisa move on dengan temanku di desa. Dan akhirnya aku menuruti nasihat orang tua, aku sekolah di SMPN 3 Nganjuk. Aku harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan teman baru. Di SMP temanku lebih beragam. Awal masuk SMP aku agak tertekan dengan tugas dan pelajaran yang lebih sulit. Namun, saat kelas 8 aku sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan mendapat ranking 3 hingga kelas 9. Masa terindahku di SMP yaitu saat aku kelas 8 karena aku sudah punya teman dekat dan menjelajah wisata yang ada di Nganjuk. Hampir setiap minggu aku bermain ke wisata alam dengan temanku. 

     Seperti yang aku singgung di perkenalan, aku merupakan anak yang tidak disiplin dan sangat santai. Aku sangat sering mendapat hukuman karena terlambat masuk sekolah. Namun, hukuman tersebut tidak membuatku jera dan aku tetap saja sering terlambat. Di sisi lain, saat SMP aku juga sering mengikuti lomba-lomba seperi teater, baca puisi, dan Olimpiade IPS. Namun, aku merasa lebih cocok untuk menekuni bidang Olimpiade IPS. Tidak seperti yang aku harapkan, aku sering kali gagal di Olimpiade. Namun, aku tidak patah semangat dan terus mencoba. Pada saat kelas 9, aku ingin memberikan kesan yang baik kepada sekolahku. Setelah bebrapa kali gagal, akhirnya aku bisa mendapat Harapan 1 Olimpiade IPS di SMAN 2 Nganjuk. Aku juga mendapat peringkat 2 nilai UN tertinggi di sekolah.

     Tahun 2017 aku memasuki masa SMA dan aku bersekolah di SMAN 2 Nganjuk. Banyak yang bilang kalau masa SMA merupakan masa paling indah. Memang benar yang aku rasakan hingga saat ini. Aku tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa. Aku aktif ikut organisasi yang membuat masa SMA ku lebih berwarna. Aku juga aktif ikut lomba bahkan hingga sampai ke luar kota. Pada saat SMA aku juga sering bermain di luar kota bersama temanku. 

     Namun, tidak hanya keindahan yang aku rasakan. Ada juga kesedihan yang aku rasakan seperti harus jauh dengan orang tua ( karena ngekos ) dan aku belum bisa menghilangkan sikap tidak disiplinku. Aku masih ingat betul waktu pertama kali apel MOS ( Masa Orientasi Siswa ) aku sudah membuat masalah karena datang paling akhir dan aku dihukum ditempatkan di samping pembina apel. Hal tersebut adalah pengalaman yang paling berkesan dan membuatku malu. 

     Aku mulai berpikir jika aku harus mengubah kebiasaan buruk. Aku harus menjadi contoh yang baik bagi adikku. Aku harus bisa membanggakan kedua orang tuaku. Secara perlahan aku sudah bisa mengatur waktu dengan baik dan sudah tidak terlambat lagi. Aku mulai mencari jati diriku yang sesungguhnya, aku belajar dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Dan alhamdulillah aku bisa menjadi siswa berprestasi, aku mendapatkan paralel 1 selama 4 semester dan aku juga pernah menjadi Juara 3 Olimpiade Ekonomi se-Kabupaten Nganjuk. Di akhir masa SMA ku ini, aku lebih banyak memanfaatkan waktuku untuk belajar. Aku ingin memberikan kesan yang baik di akhir masa SMA ku, aku ingin memberikan yang terbaik kepada orang tua dan sekolahku. 


Komentar